Kota Tegal (
bahasa Jawa:
Hanacaraka ꦑꦸꦛꦡꦼꦒê¦꧀) adalah salah satu wilayah otonom di
provinsi Jawa Tengah. Kota ini pernah menjadi cikal-bakal berdirinya
Korps Marinir seperti tercatat dalam Pangkalan IV ALRI Tegal dengan nama
Corps Mariniers, pada
15 November 1945. Kota Tegal berbatasan dengan
Kabupaten Brebes di sebelah barat,
Laut Jawa di sebelah utara, serta
Kabupaten Tegal di sebelah selatan dan timur. Hari jadi Kota Tegal adalah
12 April 1580.
Etimologi
Penggunaan nama/kata Tegal mengacu kepada istilah
tegalan, tetegil (ladang), atau nama sebuah desa yang pada mulanya adalah merupakan bagian dari
Kabupaten Pemalang yang setia kepada trah Kerajaan Pajang.
[1]
Geografi
Monumen Bahari di Komplek Pantai Alam Indah
Kota Tegal berada di jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah, terletak 165 km sebelah barat
Kota Semarang atau 329 km sebelah timur
Jakarta.
terletak di antara 109°08’ - 109°10’ Bujur Timur dan 6°50’ - 6°53’
Lintang selatan, dengan wilayah seluas 39,68 Km² atau kurang lebih 3.968
Hektar. Kota Tegal berada di wilayah
Pantura,
dari peta orientasi Provinsi Jawa Tengah berada di Wilayah Barat,
dengan bentang terjauh utara ke selatan 6,7 Km dan barat ke timur 9,7
Km. Dilihat dari letak geografis, posisi Tegal sangat strategis sebagai
penghubung jalur perekonomian lintas nasional dan regional di wilayah
Pantura yaitu dari barat ke timur (Jakarta-Tegal-Semarang-Surabaya)
dengan wilayah tengah dan selatan Pulai Jawaa
(Jakarta-Tegal-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya) dan sebaliknya. Dengan
curah hujan yang sangat rendah, temperatur (suhu) rata-rata kota ini
mencapai 35 derajat celcius.
[2]
| [sembunyikan]Data iklim Tegal |
| Bulan |
Jan |
Feb |
Mar |
Apr |
Mei |
Jun |
Jul |
Agt |
Sep |
Okt |
Nov |
Des |
Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) |
29
(84) |
29
(84) |
29
(85) |
30
(86) |
31
(87) |
30
(86) |
30
(86) |
30
(86) |
31
(87) |
31
(87) |
31
(87) |
30
(86) |
30
(86) |
| Rata-rata terendah °C (°F) |
24
(76) |
24
(76) |
24
(76) |
25
(77) |
25
(77) |
24
(76) |
23
(74) |
23
(74) |
24
(76) |
25
(77) |
25
(77) |
24
(76) |
24
(76) |
| Presipitasi mm (inci) |
350
(13.78) |
300
(11.81) |
250
(9.84) |
120
(4.72) |
130
(5.12) |
80
(3.15) |
50
(1.97) |
40
(1.57) |
30
(1.18) |
50
(1.97) |
110
(4.33) |
240
(9.45) |
1.810
(71,26) |
| Sumber: [3] |
Pembagian Administratif
Kota Tegal terbagi atas 4
kecamatan dan 27
kelurahan sebagai berikut:
Pemerintahan
Dasar hukum
- Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950
tentang pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan Provinsi Jawa
Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang perubahan Undang-undang Nomor 16 dan 17 Tahun 1950
tentang pembentukan Kota-kota Besar dan Kota-kota Kecil di Jawa jo.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1986 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten
Daerah Tingkat II Tegal;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1986 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2007 tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah di Muara Sungai Kaligangsa;
- Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2007 tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah di Muara Sungai Kaligangsa;
- Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 3 Maret 1988
Nomor 185.5-212 tentang Penetapan Batas Baru secara pasti antara
Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat
II Tegal;
- Instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor
136/113/88 tentang tindak lanjut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
185.5-212 tentang Penetapan Batas Baru secara pasti antara wilayah
Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
- Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal Nomor 6 Tahun 1988
tentang Perubahan Batas dan Luas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II
Tegal dan memberlakukan semua Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Kota
Tingkat II Tegal serta Keputusan Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II
Tegal di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal.
Perwakilan
Pada
Pemilu Legislatif 2014 lalu, DPRD Kota Tegal berjumlah 30 orang dengan perwakilan sepuluh partai politik.
| Nama Partai |
Jumlah Kursi |
PDI Perjuangan |
8 |
Partai Kebangkitan Bangsa |
5 |
Partai Golkar |
4 |
Partai Kesejahteraan Sosial |
3 |
Partai Gerakan Indonesia Raya |
2 |
Partai Hati Nurani Rakyat |
2 |
Partai Demokrat |
2 |
Partai Amanat Nasional |
2 |
Partai NasDem |
1 |
Partai Persatuan Pembangunan |
1 |
| Total |
30 |
Pusat pemerintahan
Balai Kota Tegal sebagai pusat pemerintahan Kota Tegal semula
menempati Gedung Residen di Jl. Pemuda yang kini digunakan untuk Gedung
DPRD Kota Tegal. Namun sejak tahun
1985, pusat pemerintahan dipindahkan ke Pendopo Ki Gede Sebayu bekas Pendopo
Kabupaten Tegal, di kawasan Alun-alun Mangkukusuman.
Kolonel Laut (Purn) Adi Winarso, S.Sos adalah putra Tegal pertama yang menjabat sebagai
walikota selama dua periode,
1999 -
2004 dan
2004 -
2009 melalui pemilihan tidak langsung.
Tahun
2008 menandai sejarah baru kepemimpinan Kota Tegal, karena tahun itu pula untuk kali pertama
walikota
dipilih secara langsung oleh rakyat Kota Tegal. Hasilnya, pasangan
Ikmal Jaya, SE Ak/Ali Zainal Abidin, SE memenangi pemilihan. Mereka
dilantik pada tanggal
23 Maret 2009 oleh
Gubernur Jawa Tengah,
Bibit Waluyo.
Walikota
Perekonomian
Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal.
Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk
dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang
cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan di kawasan Jl.
Cempaka, dan kerajinan batik Tegalan di Kelurahan Kalinyamat. Untuk
mendukung denyut perekonomian, pemerintah Kota Tegal telah membangun
Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB).
| Jenis |
Nama Tempat Usaha |
| Pusat Perbelanjaan |
Pacific Mall, Rita Supermall, Toserba Yogya, Hypermart, Sri Ratu, Toko Mitra, Superindo, Transmart Carrefour |
| Hotel |
Karlita Internasional, Bahari Inn, Plaza Hotel, Riez Palace, PrimeBiz, Pramesthi Hotel, Alexander Hotel, Susanna Baru,
Hotel Maya, Hotel Margadana, House Hotel, Rannez Inn, Mitra Anda,
Trio Modern, Semeru, Kencana, Irian, Pelita, Gren Hotel, Putera
|
| Hiburan |
Diskotik Zodiak (Karlita Hotel), Musro Diskotik (Bahari Inn Hotel), Inul Vista (Pacific Mall), Nav Express (Jl. AR. Hakim),
Be Fun (Rita Supermall), Orange (Jl. Veteran), D'Lux (Jl. Veteran), R
n B (Jl. Ahmad Yani), Happy Song (Jl. Proklamasi), Gajah Mada Cinema
(Jl. Gajah Mada), X-Cite (Jl. MT. Haryono), Hollywood (Ruko Nirmala
Square), Zone (Ruko Pacific Mall), Paradiso Karaoke, Blue Heaven
|
| Wisata |
Pantai Alam Indah (PAI), Rita Park, Taman Poci, Alun Alun, Water Park Gerbang Mas Bahari, Pantai Muarareja,
Water Park PAI, Taman Bung Karno, Monumen Bahari, Balaikota Lama
(Balwas), Monumen Yos Sudarso, Kota Lama, Kawasan Tegal Laka-Laka
|
.
Media massa lokal
| Jenis |
Nama Media |
| Media cetak |
Radar Tegal, Satelit Post, Suara Pantura |
| Media elektronik |
Anita FM 106,6 Mhz, RRI PRO3 94,8 Mhz, Elshinta 99,9 Mhz, Permata 107,5 Mhz,
Labamba 96,7 Mhz, RCA 93,2 Mhz, Nirmala Raka 98,3 Mhz, Rapita 95,6 Mhz, Sebayu 99,3 Mhz,
Sananta 105 Mhz, Pemuda 88,8 Mhz, Swara 102,9 Mhz, Gama 90 Mhz, Roshinta 100,7 Mhz, DLC 103,4 Mhz
|
Budaya
Meskipun kota Tegal tidak diakui sebagai pusat budaya
Jawa,
namun kesenian di sini berkembang cukup pesat. Berbagai macam diskusi
budaya digelar dengan menghadirkan budayawan nasional dan lokal.
Kesenian asli Kota Tegal adalah tari endel,
sintren,
dan balo-balo. Ibu Sawitri merupakan generasi pertama penari endel.
Selain itu, seni sastra dan teater juga juga merupakan andalah Kota
Tegal. Penyair Tegal yang termasuk dalam angkatan 66 adalah
Piek Ardijanto Soeprijadi dan
SN Ratmana.
Sementara Widjati digolongkan ke dalam penyair Angkatan '00'
(Kosong-kosong). Kota Tegal tercatat memiliki dua tokoh perfilman
nasional yang cukup produktif yaitu
Imam Tantowi (sutradara dan penulis skenario), dan
Chaerul Umam (sutradara).
Beberapa teater yang kiprahnya menasional antara lain teater RSPD (
Yono Daryono dan
Eko Tunas), teater Puber (Nurhidayat Poso), teater Wong (M Enthieh Mudakir), teater Hisbuma (
Dwi Ery Santoso), dan Teater Q (
Rudi Iteng). Di bidang musik, tercatat beberapa nama yang menjadi cikal-bakal lahirnya musik Tegalan yaitu Hadi Utomo,
Nurngudiono, dan Lanang Setiawan.
Keberadaan
Gedung kesenian
(bekas Gedung Wanita) di Jl. Dr. Setiabudi menjadi wahana ekspresi para
seniman Kota Tegal. Kesenian di kota ini cukup menarik perhatian para
peneliti dari luar negeri, antara lain Richard Curtis (
Australia), dan Anton Lucas (Australia, penulis buku
Peristiwa Tiga Daerah).
Pemerintah Kota Tegal, pada tahun
2008 menganggarkan pembangunan
Taman Budaya Tegal
yang dimulai tahun 2009, berlokasi di Jl. Kolonel Sugiono, satu komplek
dengan Gedung PPIB yang nantinya akan merupakan pusat kesenian
Jawa Tengah bagian barat.
Mantu poci
Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal, dengan
acara inti melangsungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci tanah
berukuran raksasa.
Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri
yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan.
Seperti layaknya pesta perkawinan, mantu poci juga dihadiri oleh ratusan
bahkan ribuan undangan. Lengkap dengan dekorasi, sajian makanan, dan
beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. Tak lupa
pula, di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk
rumah.
Selain sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan
keturunan, mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara merasa seperti
menjadi layaknya orang tua yang telah berhasil membesarkan putra putri
mereka, kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak
saudara, dan relasi.
Dewasa ini Mantu Poci sudah jarang digelar di Tegal. Salah satu
repertoar yang diusung oleh Dewan Kesenian Kota Tegal di Anjungan Jawa
Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (
TMII) tahun 2003 adalah mementaskan drama berjudul
Kang Daroji Mantu Poci, dikemas secara komedi.
Budaya dan tradisi
- Wayang Kulit
- Wayang Golek
- Sintren
- Pawai Rolasan pada tanggal 12 Rabiul Awal
- Sedekah Laut pada bulan Suro
- Kirab gotong Toapekong pada hari ke-15 pada tahun baru Imlek
- Tari Endel
- Haul Haddad pada bulan Sya'ban
Bahasa
Bahasa Tegal memiliki kemiripan dengan bahasa Banyumas (
ngapak) yaitu dalam kosakata. Namun kebanyakan masyarakat Tegal enggan disebut sebagai orang
ngapak, sebab nyata-nyata dialeknya berbeda. Masyarakat yang menggunakan bahasa Tegal meliputi: bagian utara
kabupaten Tegal, Kota Tegal, bagian barat
kabupaten Pemalang, dan bagian timur
kabupaten Brebes. Kongres
bahasa Tegal pertama digelar oleh pemerintah Kota Tegal pada tanggal
4 April 2006, di
hotel Bahari Inn. Acara yang digagas oleh Yono Daryono tersebut menghadirkan beberapa tokoh antara lain
SN Ratmana (cerpenis), Ki
Enthus Susmono (dalang Tegal),
Eko Tunas (penyair Tegal),
Dwi Ery Santoso (Puisi dan Sutradara).Tujuan digelarnya kongres itu adalah untuk mengangkat status dialek Tegalan menjadi bahasa Tegal.
Bangunan bersejarah
Bangunan Dansional (Lanal Tegal) berdiri pada 1914.
Gedung Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij yang berdiri sejak tahun 1913, gedung ini pernah digunakan sebagai
kampus Universitas Pancasakti Tegal.
Bangunan besejarah yang ada di kota Tegal kebanyakan berarsitektur
Belanda. Berikut data bangunan yang masih dapat disaksikan:
- Stasiun Kereta Api (Jl. Pancasila No.01)
- Gedung DPRD (Jl. Pemuda)
- Balai Kota dan rumah dinas Wali Kota (Jl. Ki Gede Sebayu No.12, Komplek Alun-alun Mangkukusuman)
- Kantor Pos (Jl. Proklamasi No.01)
- Markas TNI AL (Jl. Proklamasi)
- Pasar Pagi (Jl. Jend. A. Yani)
- Menara Air (Jl. Pancasila)
- Gedung Birao SCS (Jl. Pancasila)
- Gedung Universitas Pancasakti
- Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus
- Kelenteng Tek Hay Kiong (Jl. Veteran) [1]
- Sebagian rumah tinggal di Jl. Veteran, Jl. Jend. A. Yani, Jl. Jend. Sudirman, Kelurahan Pekauman
Makanan khas
Tegal dikenal dengan tahu aci yaitu tahu yang terbuat dari bahan
dasar tahu dan juga tepung kanji. Tahu Aci ini dibuat dengan cara
memasukkan tahu kedalam adonan tepung kanji lalu digoreng. Dan juga ada
pilus
yaitu makanan ringan yang terbuat dari tepung dan juga daun kucai,
makanan ini sangat renyah sehingga banyak digemari. Makanan khas lain
yaitu Soto Tegal (memakai tauge dan tauco dengan campuran daging ayam,
sapi atau jeroan babat), Kupat Glabed Randugunting (ketupat yang diberi
kuah kental dan dimakan bersama sate kerang), Kupat Blengong (ketupat
yang diberi kuah kental dan dimakan bersama sate dari daging blengong
(sejenis unggas/entok/bebek). Minuman yang terkenal yaitu teh poci khas
Tegal (teh yang diseduh air panas di dalam wadah poci terbuat dari tanah
liat dan untuk pemanisnya diberi gula batu. Untuk makan sehari-hari
biasanya disebut Nasi Ponggol (berisi lauk yang terdiri dari Tahu,
Tempe, Ikan Asin Oreg Oreg Tempe Berupa Tempe yang diiris kecil kecil
dibumbui dengan Tumis) Akhir akhir ini banyak disebut orang di Kota
Tegal Ponggol Setan (karena dijualnya malam setelah Jam 6 malam sampai
pagi hari) Disebut "Setan" juga karena rasanya yang pedas hingga bisa
bikin orang seperti kesetanan.
Beberapa makanan kecil yang saat ini sudah agak langka adalah Glothak
(semacam bubur terbuat dari gembus/oncom dengan kuah kaldu dan cabai
hijau). Makanan semacam ini biasanya banyak dijual saat bulan
Ramadhan.
Ada juga kupat bongko, rujak kangkung dan rujak uleg. Belum lagi kini
olos yang juga merupakan jajanan tradisional Tegal sedang menjadi tenar
di kalangan anak muda. Olos merupakan paduan tepung aci dan terigu yang
dibuat bulatan kecil dan digoreng kering, di dalamnya berisi sayuran
(biasanya kubis) atau bisa juga dengan isi lain. Namun di setiap olos
terdapat potongan cabe rawit yang akan memberikan sensasi pedas dan
membuat orang terasa ketipu saat memakannya bagi yang baru mencicipi.
Sate Kambing Tegal juga cukup banyak disukai oleh masyarakat hingga
di luar Tegal. Sate Kambing Tegal terbuat dari daging kambing muda
biasanya berumur di bawah lima bulan (balibul)yang sangat empuk dan
beraroma khas karena tidak terlalu banyak olesan bumbu pada saat
membakarnya. Disajikan dengan kecap manis, irisan bawang merah, tomat
dan cabe rawit. Sangat lazim dihidangkan bersama teh poci gula batu.
Kuliner
- McDonald's
- KFC
- Rechesse Factory
- Es Teller 77
- Pizza Hut
- Big Berry
- Warung Spesial Sambel
- Sambel Layah
- Dunkin Donuts
- Bakmi Bandung
- New Green Palm
- Pangeran Cilik
- Bebek Goreng Gili Tugel
- Bakso Kumis
- Warung Sate Kambing Muda sepanjang Jl. Kapten Sudibyo dan Jl. Teuku Umar (Tirus)
- Pasar Senggol
- Pondok Makan Jalan Teri
- Bakso Rudal
- Rumah Makan Dewi
- Sate Babi Jepang Jl. Veteran
- Kupat Blengong kawasan Jl. Sawo Barat
- Saung Strawberry
- Pondok Makan kawasan Tegal Laka Laka Jl. Jend. A. Yani
- Kedai Yaul
- CFC
- Waroeng Steak and Shake
- Roti O
- Tongji Teabar
- Maju Milk Cencer
- Baskin Robbins
- Super Sambel
- Warung Sate Kambing Muda Sari Mendo
- Lombok Idjo
- Warung Makan Apung Margadana
- Kupat Glabed Alun Alun
- Warung Ndopok
- Nakula Cafe
- Pondok Makan Kabayan
- Saung Strawberry
- Mie Pasar Baru
- Istana Mie dan Es
- Bebek Goreng H Slamet
- Ayam Goreng Mbok Berek
- Pondok Makan Kabayan
- D'Pawon
- Warung Sate Kambing Wendy's
- Mr Koffie
- Warung Makan Eco Raos
- Mie Ayam Citra
Mars/Hymne Kota Tegal
Sejak tahun
2010, Kota Tegal telah memiliki lagu
Mars dan
Hymne yang penentuannya berdasarkan pemenang pertama Lomba Cipta Lagu Mars/Hymne Kota Tegal, tahun
2009, yaitu
Joshua Igho/Firman
Hadi untuk kategori mars dan Vicentius DN untuk kategori hymne. Selain
sebagai identitas daerah, lagu mars dan hymne tersebut juga digunakan
untuk menyebarkan semangat kepada warga masyarakat agar berpartisipasi
aktif dalam membangun daerahnya. Dua lagu ini selalu disiarkan di
radio-radio di wilayah Kota Tegal, dilombakan antarkelurahan, dan
dinyanyikan setiap resepsi hari jadi.
Mars Kota Tegal
Cipt. Joshua Igho/Firman Hadi
Ayo semua singsingkan lengan baju
Pacu semangat membangun bersama
Meretas jalan raih kejayaan
Menuju masyarakat yang mandiri
Di bawah panji-panji Pancasila
Bersatu padu selaraskan karsa
Bertekad maju demi masa depan
Tegal kota bahari kita
Bersih dan indah seluruh kotanya
Aman dan tenteram suasananya
Sehat seluruh lingkungannya
Serta masyarakat yang beriman
Itulah jiwa kota bahari
Tekad mulia tuk membangun
Mari bersama kita tuju
Puncak gemilang kota bahari
coda:
Kota Tegal semoga tetap jaya
|
|
Hymne Kota Tegal
Cipt. Vincentius DN.
Terbentang luas menawan
Tegal kota bahari
Elok dan asri lingkungannya
Rakyatpun hidup rukun dan damai
Puji syukur kami haturkan
Atas anugerah indah ini
Bimbinglah kami tuntun langkah ini
Agar terwujud cita
Tegal kota bahari nan jaya
Sungguh engkau kubanggakan
Dan selalu kukenang
Kota Tegal kota bahar
Adamu 'kan warnai Indonesia
|
Rekor MURI
Pemecahan rekor
MURI yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal adalah:
- Tahu terpanjang, 425 meter (2005)
- Minum teh poci 5000 orang (2006)
- Poci terbesar (2007)
- Wayang terbesar oleh Ki Enthus Susmono (2007)
- Wayang kolaborasi 4 warna oleh Ki Barep (2008)
- Martabak terbesar (2011)
Pusat Kesehatan
- Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah
- Rumah Sakit Islam Harapan Anda
- Rumah Sakit Mitra Keluarga
- Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak
- Rumah Sakit Mitra Siaga
- Klinik Kaharunia
- Rumah Bersalin Rahma
- Klinik Prodia
- Dinas Kesehatan Kota Tegal (Jl. Proklamasi)
- Puksesmas Kraton
- Puksesmas Margadana
- Puskesmas Cabawan
- Puksesmas Tegal Timur
Pendidikan
Pendidikan sebagai kekuatan bangsa terus dipacu mengingat melalui
pendidikan, inilah taraf masyarakat akan bisa ditingkatkan tentunya
tetap memacu dengan nilai nilai iptek yang di imbangi dengan nilai
religius, hal ini secara intens dilakukan oleh Pemkot Tegal dengan
menerapkan 4 sasaran utama arah kebijakan program pendidikan dan Agama
mengingat keduanya tidak bisa dipisahkan. Sasaran utama yang paling
mendasar adalah peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dengan
meningkatkan akses sibilitas, pemerataan terkait peningkatan rilekspansi
pendidikan guna membekali siswa dengan bekal keterampilan dasar untuk
menjadi menjalani kehidupan di masyarakat. Disamping peningkatkan
kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan
masyarakat guna mempertahankan dan meningkatkan identitas masyarakat
Kota Tegal yang religius sedangkan untuk mengikuti arah perkembangan
dibidang pendidikan telah dilakukan perintisan sekolah berstandar
internasional yang diterapkan di beberapa sekolah dasar negeri.
SMP
- SMP Negeri 1 (Jl. Tentara Pelajar No.26)
- SMP Negeri 2 (Jl. Menteri Supeno No.05)
- SMP Negeri 3 (Jl. Yos Sudarso No.25)
- SMP Negeri 4 (Jl. Dr. Setiabudi No.163A)
- SMP Negeri 5 (Jl. Veteran No.37)
- SMP Negeri 6 (Jl. Cinde Kencana No.01)
- SMP Negeri 7 (Jl. Kapten Sudibyo No.107)
- SMP Negeri 8 (Jl. Proklamasi No.14)
- SMP Negeri 9 (Jl. Martoloyo No.62)
- SMP Negeri 10 (Jl. RA. Kartini No.56)
- SMP Negeri 11 (Jl. Mejabung No.18)
- SMP Negeri 12 (Jl. Halmahera)
- SMP Negeri 13 (Jl. Rambutan)
- SMP Negeri 14 (Jl. Wisanggeni)
- SMP Negeri 15 (Jl. Sumbodro No.49)
- SMP Negeri 17 (Jl. Sibandaran)
- SMP Negeri 18 (Jl. KH. Abdul Syukur)
- SMP Negeri 19 (Jl. Ki Ageng Tirtayasa)
- SMP Terbuka 6 (Jl. Cinde Kencana No.01)
- SMP Terbuka 17 (Jl. Sibandaran)
- SMP Al Khairiyah (Jl. Perintis Kemerdekaan No.49)
- SMP Al Irsyad (Jl. Ki Hajar Dewantara)
- SMP Atmaja Wacana (Jl. Kapten Ismail)
- SMP Bhakti Praja (Jl. Asemtiga No.27)
- SMP Ihsaniyah (Jl. Sumbrodo)
- SMP Ma'arif NU (Jl. Pangeran Antasari No.09)
- SMP Muhammadiyah 1 (Jl. Sumbodro)
- SMP Muhammadiyah 2 (Jl. Dr. Sutomo No.52)
- SMP Muhammadiyah 3 (Jl. Durian)
- SMP Pius (Jl. Dr. Sutomo)
- SMP Purnama (Jl. Sibandaran)
MTs
- MTs Negeri Pesurungan Lor
- MTs Assalafiyah (Jl. A.R. Hakim No.10)
- MTs Mambaul Ulum
- MTs Roudatul Ulum (Jl. Kaligangsa)
SMA
- SMA Negeri 1 (Jl. Menteri Supeno No.16)
- SMA Negeri 2 (Jl. Lumba-lumba Tegalsari)
- SMA Negeri 3 (Jl. Sumbodro No.81)
- SMA Negeri 4 (Jl. Dr. Setiabudi No.32)
- SMA Negeri 5 (Jl. Kali Kemiri II Margadana)
- SMA Al-Irsyad (Jl. Gajah Mada No.128)
- SMA Ihsaniyah (Jl. Jalak Barat No.30)
- SMA Muhammadiyah (Jl. RA. Kartini No.47)
- SMA NU (Jl. Wahidin Sudirohusodo)
- SMA Pancasakti (Jl. Flores)
- SMA PIUS (Jl. Kapten Ismail No.120)
- MA Negeri (Jl. Pendidikan No.01)
SMK
- SMK Negeri 1 (Jl. Dr. Sutomo No.68)
- SMK Negeri 2 (Jl. Wisanggeni No.01)
- SMK Negeri 3 (Jl. Gajah Mada No.72)
- SMK Bahari (Jl. Sangir No.15)
- SMK Bhakti Karya (Jl. Kolonel Sugiono)
- SMK DWP (Jl. Perintis Kemerdekaan No.23)
- SMK Dinamika (Jl. Glatik No.68)
- SMK Istek (Jl. Cipto Mangunkusumo)
- SMK Muhammadiyah 1 (Jl. Perintis Kemerdekaan No.47)
- SMK Muhammadiyah 2 (Jl. Cipto Mangunkusumo No.410)
- SMK PGRI (Jl. Halmahera No.59)
- SMK Pius (Jl. Kapten Ismail No.120)
- SMK SUPM Al Maarif (Jl. Kemuning No.59)
- SMK YPT Tegal (Jl. Dr. Setiabudi No.163)
- SMK Astrindo (Jl. Kapten Sudibyo)
- SMK Al-Ikhlash (Jl. Ketilang)
- SMK Assalafiah (Jl. AR. Hakim No.10)
- SMK Al-Irsyad (Jl. Glatik No.3)
- SMK Islamiyah ADW (Jl.Raya Singkil No.234)
Perguruan tinggi
- Universitas Pancasakti (Jl. Halmahera KM.1)
- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (Jl. Yos Sudarso)
- Bina Sarana Informatika (Jl. Sipelem Raya)
- Politeknik Harapan Bersama (Jl. Mataram)
- Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPP Tegal FIP UNNES (Jl. Kolonel Sugiono Kemandungan)
- LP3I (Jl. AR. Hakim)
- Lembaga Pendidikan Dan Pengembangan Profesi (Jl. AR. Hakim No.71)
- Politeknik Muhammadiyah (Jl. KH. Wahid Hasyim)
- STMIK YMI Tegal (Jl. Wahidin Sudirohusodo)
- Akademi Keperawatan (Jl. Sibandaran)
- Akademi Keperawatan (Jl. Dewi Sartika)
- Politeknik Trisila Dharma (Jl. Yos Sudarso Komplek Nirmala Square)
- Politeknik Keselamatan Transportasi dan Jalan (Jl. Semeru)
Transportasi
- Terminal Tipe A Kota Tegal
- Angkutan Umum Kuning (Terminal - Stasiun - Banjaran - Slawi)
- Angkutan Kota Biru (Pasar Pagi - Kapten Ismail - Pasar Sore - Banjaran)
- Angkutan Biru Kuning (Terminal - Mejasem)
- Angkutan Perbatasan (Terminal - Dukuhturi - Adiwerna - Banjaran)
- Angkutan Kuning Biru (Terminal - Pasar Pagi - Kramat - Kemantran)
Lihat pula
Referensi
Pranala luar